X
 


Kejari Tapin Melaksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-116

Charles - May 20, 2024 17:46:06

RANTAU, SINARPAGIBARU.ID - Plh. Kepala Kejari Tapin Arif Ronaldi, SH. MH melalui Kasi Intelijen Ronald Oktha, SH. MH mengatakan kepada awak media ini, bahwa pada hari Senin tanggal 20 Mei 2024 pukul 07.30 WITA sampai dengan selesai bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Tapin Seluruh Pegawai telah melaksanakan kegiatan Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-116.
 
Bahwa Pemerintah telah merilis tema Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2024. Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas merupakan hari nasional yang diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Tahun ini merupakan peringatan Harkitnas ke-116.
 
Dengan tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 tahun 2024 telah diatur dalam Surat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI) Nomor: 1577/M.KOMINFO/HM.04.01/05/2024. Disebutkan bahwa tema Hari Kebangkitan Nasional 2024 adalah "Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas".
 
Sejarah latar belakang peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tanggal 20 Mei tak lepas dari berdirinya organisasi Boedi Oetomo atau Budi Utomo. Mengutip dari Kemdikbud, Budi Utomo merupakan organisasi pemuda yang dicetuskan pada 20 Mei 1908 silam. Organisasi Budi Utomo itu didirikan oleh Dr. Soetomo dan para mahasiswa sekolah kedokteran STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Meski tak langsung terjun ke bidang politik, namun semangat dan pemikiran para anggota Budi Utomo menjadi pemicu perjuangan untuk melepaskan bangsa ini dari penjajahan. Keberadaan organisasi Budi Utomo telah mengubah perjuangan bangsa Indonesia yang awalnya dilakukan secara fisik menjadi perjuangan secara diplomatis.
 
Budi Utomo juga mengubah perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi bersifat nasional. Budi Utomo turut membangkitkan semangat nasional rakyat Indonesia untuk melawan penjajahan demi mencapai kemerdekaan. Sebelum Boedi Oetomo, adalah Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara, yang mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan, melalui tulisan-tulisannya yang tersiar ke penjuru dunia. Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan di Indonesia untuk pertama kali muncul sejak lebih dari seabad lalu. Di tangannya kemajuan itu dirumuskan, diperinci, dan diperjuangkan, untuk kemudian menjadi milik seluruh bangsa Indonesia. Ia sadar betul bahwa dalam zaman baru yang modern, peralatan paling mumpuni adalah pendidikan. Pendidikan adalah wahana untuk membebaskan manusia, sekaligus membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan. Bagi Kartini, pendidikan merupakan jalan yang dapat menguak horizon dan peradaban baru bagi kaum Bumiputera.
 
Dalam Kegiatan Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-116 yang dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Tapin yang di hadiri Para Pejabat Esselon IV pada Kejaksaan Negeri Tapin dihadiri oleh :
 
a. Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubbagbin) di jabat oleh Firman, SH.
 
b. Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) di jabat oleh Ronald Oktha, SH. MH.
 
c. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) di jabat oleh Ariyanto Wibowo, SH.
 
d. Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) di jabat oleh Dwi Kurnianto, SH. MH.
 
e. Kepala Seksi Perdata & Tata Usaha Negara (Kasi Datun) di jabat oleh Amanda Adelina, SH.
 
f. Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti & Barang Rampasan (Kasi PB3R) Dimas Rangga Ahimsa, SH, dan Jaksa Fungsional, Analis penuntutan, Serta para staff Kejaksaan Negeri Tapin.
 
Bahwa Kegiatan Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-116 yang dilaksanakan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tapin yang di pimpin oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Ronald Oktha, SH. MH dan memaparkan sambutan yang berisi “Hari ini, kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru. 
 
Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong “Indonesia Emas”. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79.5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030. 
 
Dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. 
 
Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air. Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”. ucapnya. (din).