X
 


Lagi, Kejagung Setujui Penghentian Penuntutan 1 Kasus Perkara Berdasarkan RJ di Wilayah Kejati Kalsel

Charles - Apr 03, 2024 04:21:18

BANJARMASIN, SINARPAGIBARU.ID - 
Kepala Kejati Kalsel Dr. Mukri, SH. MH melalui Kasi Penkum Yuni Priyono, SH. MH menyampaikan kepada awak media ini, bahwa pda hari ini Selasa, tanggal 2 April 2024, JAM Pidum bapak Dr. Fadil Zumhana telah menyetujui penghentian  penuntutan berdasarkan Keadilan Restorativedi Lingkungan Kejaksaan  Tinggi Kalimantan Selatan. Penghentian penuntutan yang disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil ekspose yang juga dihadiri oleh Bapak  Akhmad Yani , SH. MH selaku  Plt. Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.
 
Adapun penghentian penuntutan tersebut telah di setujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada Kejaksan Agung RI sebanyak 1 perkara yaitu: KEJAKSAAN NEGERI KOTABARU Tersangka M. BALYA MUBARAK Als BALYA Bin HADRIAN disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHPa. 
 
Alasan/Pertimbangan Diajukan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif berdasarkan Perja No. 15 Tahun 20201. 
 
Tersangka M. BALYA MUBARAK Als BALYA Bin HADRIAN baru pertama kali melakukan tindak pidana.
 
Tindak pidana Penganiayaan yang  dilakukan oleh tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 2  tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.-Sebagaimana ketentuan pasal 5 Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Jo. Surat Edaran Jaksa Agung RI No: 01/E/EJP/02/2020 tanggal 16 September 2020 perihal Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan  Keadilan Restoratif, Surat Edaran Nomor  01/E/EJP/02/2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, dan dalam kerangka pikir keadilan restoratif.
 
Dimana dengan mempertimbangkan:  Telah ada perdamaian tanpa syarat antara pihak Korban dan Tersangka M. BALYA MUBARAK Als BALYA Bin HADRIAN.
 
Masyarakat dan Tokoh Masyarakat mengapresiasi proses Keadilan Restoratif oleh Kejaksaan Negeri Kotabaru.
 
Bahwa dalam kasus ini ternyata Korban adalah teman dari Ayah Tersangka M. BALYA MUBARAK Als BALYA Bin HADRIAN sehingga korban telah memaafkan dan tidak lagi menuntut secara hukum. Sebagaimana ketentuan pasal 4 Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020  tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sehingga upaya perdamaian dapat dilaksanakan. terangnya. (din